Pengamat Pendidikan Di Tebo Minta Gubernur Periksa Oknum Guru SMKN 1 yang Hasut Siswa Demo
detexi.id – Tebo – Aksi demo terhadap Kepala SMKN 1 Tebo yang terjadi beberapa waktu lalu, mendapatkan perhatian khusus dari Heru M, Pengamat pendidikan di Tebo.
Dengan tegas Heru meminta Gubernur dan Dinas Pendidikan Provinsi menindak tegas oknum guru yang menjadi provokator dalam aksi demo tersebut.
“Sebagai masyarakat Tebo yang peduli pendidikan, kami minta kepada Gubernur Jambi menindak tegas oknum guru-guru SMKN 1 Tebo yang menjadi dalang aksi demo siswa tersebut, sangat jelas mereka memperalat para siswa demi menyalurkan hasrat kebencian mereka kepada Kepala Sekolah,”ujar Heru.
Dengan tegas dirinya mengatakan hal tersebut terbukti jelas tertuang dari surat kesepakatan yang ditandatangani oleh para guru tersebut untuk menurunkan Kepala SMKN 1 Tebo terhitung tanggal 1 Desember 2025 kemarin.
“Aksi Demo siswa dilakukan tanggal 2 Desember, parahnya mereka oknum guru ini mengancam siswa yang tidak ikutan dalam aksi akan dipersulit nilainya, dan mendoktrin siswa jika anak dibawah umur yang melakukan aksi demo meski tanpa adanya pemberitahuan ke Polisi, tidak akan tersandung hukum, tapi mereka lupa tindakan mereka tersebut bisa terkena pidana menghasut anak untuk demo bisa dijerat dengan UU no 23 tahun 2023 tentang perlindungan anak,”kata Heru lagi.
Heru mengatakan dirinya juga sudah menyurati secara resmi lengkap dengan bukti-bukti apa yang disampaikan nya kepada Gubernur Jambi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan instansi terkait lainnya untuk menindak tegas oknum guru yang mencoreng wajah pendidikan di provinsi Jambi.
“Kami minta jika memang terbukti para oknum guru tersebut dipindahkan keluar dari Kabupaten Tebo, kami tidak ingin anak-anak kami dirusak mentalnya oleh guru-guru yang tidak beres, termasuk ada oknum guru di SMKN 1 Tebo yang pernah terbukti terlibat dalam kasus fedofilia dengan siswa SMKN 1 Tebo untuk diberhentikan, dan meminta Gubernur juga memeriksa dugaan adanya oknum pejabat di Diknas Provinsi Jambi yang menjadi beking para guru bejat tersebut, karena masalah ini mencuat setelah SMKN 1 Tebo dipastikan akan mendapatkan proyek revitalisasi yang nilainya lumayan fantastis,”sebutnya lagi.
Tidak hanya itu saja menurut Heru persoalan SMKN 1 Tebo ini sangat lucu, karena Guru yang berstatus ASN maupun P3K tidak sadar tupoksinya.
“Enak sekali ya ASN bisa mengatur siapa yang boleh jadi atasan dan siapa yang tidak boleh, kalo baca surat kesepakatan yang mereka tandatangani bersama jelas melihat bobroknya moral para oknum guru SMKN 1 Tebo ini, tidak mau disiplin, memaksa kepala sekolah melanggar hukum, dengan membayar honor mereka dengan dana komite yang jelas dilarang, kami atas nama masyarakat Tebo menolak guru seperti ini ada di Tebo dan minta gubernur dan diknas menindak tegas mereka, “tandanya.(***)






