AWASI Jambi Gelar Aksi Di Depan Kantor BPKPD Tuntut Kepala Dinas Di copot Sempat Di Warnai Kericuhan

AWaSI Jambi Gelar Aksi di Kantor BPKPD Provinsi Jambi, Sempat Diwarnai Kericuhan

‎Detexi.id –  (Jambi) – Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor BPKPD Provinsi Jambi, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Aksi yang diawali dengan penyampaian orasi itu sempat diwarnai pembakaran ban bekas sebagai bentuk protes.

‎Saat ban dibakar, petugas kepolisian bersama petugas keamanan (security) berupaya memadamkan api dengan menyiramkan air. Tindakan tersebut memicu ketegangan antara massa aksi dan petugas.

‎Ketua AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, dalam orasinya menyatakan keberatan atas upaya pemadaman tersebut. Ia bahkan menyampaikan bahwa apabila api dipadamkan, massa akan menggembok pintu gerbang kantor menggunakan rantai sebagai bentuk protes.

‎Situasi kemudian memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara massa dengan petugas keamanan saat upaya penggembokan pagar kantor. Dalam insiden tersebut, salah seorang anggota AWaSI Jambi bernama Trian Hercapa mengaku mengalami luka cakaran yang diduga dilakukan oleh petugas keamanan. Klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen.

‎Melihat situasi yang semakin memanas, personel kepolisian berupaya meredam ketegangan dengan mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan mengedepankan dialog sehingga aksi tidak berkembang menjadi kericuhan yang lebih besar.

‎Di tengah aksi, seorang perwakilan dari BPKPD Provinsi Jambi menemui Ketua AWaSI Jambi dan menawarkan komunikasi di dalam kantor. Pihak kantor juga menyampaikan kesediaan menerima lima orang perwakilan massa untuk berdialog.

‎Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan agar dugaan penyimpangan anggaran pada sejumlah paket kegiatan dengan nilai sekitar Rp9,39 miliar segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Massa berharap dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pejabat BPKPD.

‎Namun, menurut informasi yang diterima peserta aksi, Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang, Kepala Seksi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), maupun Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) disebut tidak berada di kantor saat aksi berlangsung.

‎Pengunjuk rasa sempat berupaya memasuki area kantor, namun langkah tersebut tidak dilanjutkan. Massa kemudian tetap bertahan di luar pagar sambil melanjutkan orasi.

‎Massa juga mengaku memperoleh informasi bahwa Kasubbag Umum tidak berada di tempat sehingga belum dapat memberikan penjelasan terkait disposisi surat yang sebelumnya telah disampaikan kepada pimpinan.

‎Hingga aksi berlangsung, tidak ada pejabat BPKPD yang berdialog langsung dengan seluruh massa. Kondisi tersebut membuat peserta aksi menyatakan kekecewaannya dan tetap bertahan di depan kantor untuk menyampaikan aspirasi secara damai. (YT)