Angkutan Batu bara Lumpuh Total warga Blokir Jalan Dampak Kerusakan Jalan Tanjung Pauh
Detexi.id – Aktivitas angkutan batu bara di ruas Jalan Batanghari–Bajubang–Penerokan–Tempino (B-P-T) dilaporkan lumpuh total. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ratusan hingga ribuan truk angkutan batu bara berhenti dan mengantre di sepanjang ruas jalan nasional akibat adanya aksi penyetopan oleh masyarakat di sejumlah titik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian publik karena terjadi setelah diterapkannya kebijakan diskresi dalam pengaturan lalu lintas angkutan batu bara. Namun, menurut sejumlah pihak di lapangan, kebijakan tersebut dinilai belum mampu memberikan solusi yang efektif. Sebaliknya, ribuan sopir angkutan batu bara terpaksa menghentikan aktivitasnya sehingga kehilangan kesempatan bekerja dan memperoleh penghasilan.
Temukan lebih banyak
Berita Lokal
Berita
Situasi ini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas penerapan diskresi. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa diskresi semestinya menjadi instrumen untuk menyelesaikan persoalan demi kepentingan umum, menjaga ketertiban, serta memberikan kepastian dalam kondisi tertentu. Karena itu, ketika aktivitas angkutan justru lumpuh total, efektivitas kebijakan tersebut menjadi sorotan.
Ribuan sopir angkutan batu bara disebut sebagai pihak yang paling terdampak. Mereka menggantungkan kebutuhan hidup keluarga dari aktivitas mengemudikan truk setiap hari. Ketika kendaraan tidak dapat beroperasi, penghasilan mereka pun terhenti.
Temukan lebih banyak
Berita
Berita Lokal
Di sisi lain, masyarakat juga mempertanyakan langkah yang dilakukan Satlantas Polres Batanghari dalam menangani persoalan tersebut. Menurut sejumlah pandangan yang berkembang, penegakan hukum terhadap angkutan batu bara perlu diiringi dengan solusi yang memberikan kepastian hukum maupun kepastian operasional bagi para sopir.
Publik pun mempertanyakan peran Kasat Lantas dan Kanit Rajawali Polres Batanghari dalam mencari jalan keluar atas persoalan yang terus berulang tersebut.
Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai pemilihan jalur operasional angkutan batu bara. Sebagian masyarakat mempertanyakan mengapa ruas Batanghari–Bajubang–Penerokan–Tempino menjadi fokus perhatian, sementara terdapat jalur lain seperti Batanghari–Mendalo menuju Pelabuhan Talang Duku yang juga dinilai memiliki persoalan serupa.
Temukan lebih banyak
Berita
Berita Lokal
Menurut sejumlah pendapat di masyarakat, apabila persoalan yang menjadi dasar penindakan adalah kendaraan yang melebihi dimensi dan muatan (ODOL), maka penegakan aturan seharusnya dilakukan secara konsisten terhadap seluruh kendaraan yang melanggar ketentuan, tanpa membedakan jalur yang dilalui.
Namun demikian, sebagian masyarakat menilai persoalan utama saat ini bukan semata-mata mengenai kendaraan ODOL, melainkan menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan kepala keluarga yang bergantung pada sektor angkutan batu bara.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, kepolisian, perusahaan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat duduk bersama mencari solusi yang adil, terukur, dan memberikan kepastian hukum, sekaligus tetap menjaga keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus lalu lintas.
Temukan lebih banyak
Berita
Berita Lokal
Mereka juga menilai bahwa penegakan hukum perlu berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat. Ketika aktivitas angkutan batu bara berhenti total, dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga ribuan sopir, keluarga mereka, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat yang bergantung pada perputaran ekonomi sektor tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kasat Lantas Polres Batanghari dan Kanit Rajawali Polres Batanghari terkait kondisi lumpuhnya jalur B-P-T, dasar kebijakan yang diterapkan, serta langkah yang akan diambil untuk mengatasi persoalan tersebut./””






