Di Duga Oknum Karyawan RSUD Hamba Muara Bulian Mempersulit Dan MengUp Biaya Perobatan Pasien Tidak Mampu Hongga 400 rb

Detexi.id- Muara bulian, Rabu sekitar pukul 17 ,30 WIB dua orang wanita separuh baya pergi berobat ke rumah sakit umum muara bulian ,salah satu wanita itu ingin mengobati kakinya yang menginjak paku.

Ibu yang menginjak paku tersebut bisa di sebut masyarakat menengah kebawah,hingga untuk berobat pun beliau masih berat karena tidak mempunyai biaya.

Kemudian ibu tersebut mrnelpon saudaranya untuk megantarnya ke rumah sakit umum muara bulian dengan membawa kartu peserta bpjs.

Setelah sampai di rumah sakit umum muara bulian ibu tersebut langsung menemui karyawan di meja resepsionis yang ternyata seorang laki-laki,
Dan ibu tersebut mengutarakan msksud nya untk mengobati kakinya .

Srtelah berbincang dengan karyawan terebut dan mengeluarkan kartu peserta bpjs,ibu tersebut di minta membeli materai dengan mengatakan wajib membawa materai karena sudah peraturan dari bpjs ungkap karyawan laki-laki tersebut.

Disini terlihat kuat dugaan oknum karyawan tersebut ingin mrngambil ke untungan atau mempersulit pasien wanita itu,
Karena dalam peraturan bpjs tidak pernah ada menyebutkan pasien peserta bpjs di haruskan setiap berobat penyakit apapun harus membawa materai.

Tidak sampaindi situ pasien wanita tersebut yang hanya mengobati kakinya yang baru menginjak paku tersebut setelah selesai di periksa dan di beri tiga butir obat , pasien tersebut diminta ongkos perobatan sebesar 400 ribu rupiah.

Di sini terlihat kejanggalan berobat kaki yang hanya sedikit dan di beri 3 butir obat di kenakan biaya 400 ribu.

Apakah rumah sakit umum muara bulian beroperasi hanya untuk mencari uang dari masyarakat miskin.

Tim investigasi media ini meminta direktur rumah sakit umum muara bulian agar segera memanggil karyawan yang piket pada tanggal 10 hari rabu tersebut untuk di mintai pertanggung jawabanya.

Dan DPRD batanghari segera sidak rsud hamba muara bulian agar tidak lagi tetjadi hal-hal srpeerti itu.(pj)**